Artikel pendek
Aku harus bertanya
kepada siapa tentang semua ini tentang kejujuran yang selama ini mulai pudar
bahkan tiada lagi yang namanya kejujuran didunia ini. Ketika kejujuran ini
telah pergi menjauh setiap jiwa-jiwa yang ada, apa jadinya dunia ini. Kemana
harus kucari insan-insan atau jiwa-jiwa yang selalu menjunjung tinggi nilai
sebuah kejujuran. Kejujuran ini sebenarnya mudah dikata tapi sangat sulit kita
tanamkan di hati kita. Miris-miris kurasa semua keadaan ini terjadi di
sekelilingku. Kejujuran-kejujuran dimana engkau berada, dimana aku menemukanmu
jawabanya hanya ada di hati setiap insan. Tapi dimana Kejujuran yang kau
sebut-sebut selama ini? Kejujuran itu ada tapi hanya saja tidak terlihat saat
ini. Karena kejujuran itu terpendam dan terkubur sangat-sangat dalam di dalam
lubuk hati yang paling dalam. Ego, egolah yang telah menguasainya hingga
kejujuran itu mulai pudar bahkan mulai hilang di telan jaman. Kejujuran saat
ini di anggap kuno atau sudah jamanya lagi orang-orang berkata jujur, jujur itu
katro katanya. Lingkungan lah yang membawa mereka menjadi seperti ini, Zamanlah
yang merubah semua tradisi ini, menjadi liar tak terkendali.
Semua ini telah
berubah seiring dengan berkembangnya waktu,tradisi mulai terkikis, tradisi
baratlah yang mulai berkembang saat ini. Tangisan mulai terurai membasahi pipi
ini ketika zaman ini mulai berubah, berubah menjadi zaman yang krisis akan
nilai – nilai sebuah kejujuran. Kejujuran saat ini menjadi hal yang sangat
langka di masyarakat. Sebuah hal yang dulu sangat terkenal dimana-mana, tapi
kini mulai redup dan mulai meninggalkan kita semua. Karena siapa? Karena ulah
kita sendiri yang tidak bisa menjaga sebuah tradisi dan menanamkan dihati kita
semuanya. Kenapa, kenapa ini bias terjadi? Hanya tuntutan zaman lah yang bisa
menjawabnya menyingkirkan semua tradisi ini. Saat ini kebohongan merupakan hal
biasa yang beredar di semua kalangan dari orang dewasa, remaja bahkan anak-anak
sekalipun sudah mengadopsi nilai-nilai itu. Ketika nilai kejujuran diganti
sebuah nilai kebohongan untuk di tanamkan difikiran dan dihati anak-anak. Dari
hal-hal yang kecil saja kita mulai berani berbohong apalagi untuk hal- hal yang
besar sekalipun.
Apa, apa jadinya
semua ini. Akan seperti apa bangsa dan dunia ini ketika nilai-nilai kejujuran
telah tersisihkan dan bahkan tergantikan dengan nilai kebohongan.Tombak bangsa,
penerus bangsa, semua mulai terjangkit virus. Virus yang tidak mematikan tapi virus ini mengacaukan
semua system di berbagai kalangan. Sulit rasanya menanamkan tradisi ini di
sekeliling kita, di tengah-tengah masyarakat kita. Tapi, tapi harapan akan
selalu ada untuk merubah semua ini menjadi seperti yang dahulu. Selama manusia
ini hidup harapanlah yang akan menjadi awal kebangkitan sebuah kejujuran yang
selama ini hilang di telan waktu.
Saat lilin-lilin
kejujuran mulai padam hidup ini akan gelap tanpa arah, kemanapun kita pergi
akan selalu di selimuti kegelapan. Itulah yang berkembang di masyarakat saat
ini tanpa arah tapi sulit untuk di rubah karena kejujuran mulai tak bersinar
lagi. Ketika lilin-lilin itu mulai di hidupkan lagi maka nilai kejujuran itu
akan tumbuh seperti halnya lilin yang bersinar di tengah yang gelap. Sulit
halnya menghidupkan kembali berjuta-juta lilin kejujuran yang telah mati hanya
dengan satu lilin yang tersisa. Sulit memang tapi bukan berarti tidak bisa
dilakukan karena harapan masih selalu ada di setiap insan yang ada. Harapanlah
yang mampu menghidupkan kembali lilin-lilin kejujuran.